KALIJAYA – Selain manggis dan kelapa, Desa Kalijaya menyimpan potensi besar lainnya yang tumbuh subur di sepanjang perbukitan dan pekarangan warga: Buah Pisang. Dengan kondisi tanah yang lembap dan kaya unsur hara, pisang dari Desa Kalijaya dikenal memiliki kualitas rasa yang lebih unggul, menjadikannya salah satu pemasok penting bagi pasar-pasar di wilayah sekitarnya.
Keanekaragaman Jenis Pisang Kalijaya
Kekuatan utama Desa Kalijaya terletak pada keragaman jenis pisang yang ditanam oleh petani setempat. Beberapa jenis yang menjadi unggulan antara lain:
Pisang Ambon & Raja: Menjadi primadona untuk konsumsi buah meja karena ukurannya yang besar, aromanya yang harum, dan rasanya yang manis legit.
Pisang Kepok & Nangka: Sangat dicari oleh industri UMKM karena teksturnya yang tetap kokoh setelah diolah, ideal untuk bahan baku gorengan atau keripik.
Pisang Tanduk: Memiliki nilai ekonomi tinggi dan sering dikirim ke luar daerah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku camilan premium.
Potensi Hilirisasi: Lebih dari Sekadar Buah Segar
Saat ini, sebagian besar petani di Desa Kalijaya masih menjual pisang dalam bentuk tandan segar. Namun, terdapat potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan pasca-panen:
Sentra Keripik Pisang Berbagai Rasa: Dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah, Kalijaya berpotensi membangun merek keripik pisang khas desa yang dikemas secara modern untuk menjangkau pasar oleh-oleh.
Tepung Pisang: Inovasi pengolahan pisang menjadi tepung dapat menjadi solusi saat panen melimpah, sekaligus menyediakan bahan baku alternatif bebas gluten yang sehat.
Pemanfaatan Limbah (Gedebog & Daun): Daun pisang Kalijaya yang lebar dan bersih berpotensi dikirim ke penyedia jasa katering besar, sementara batang pisang (gedebog) dapat diolah menjadi pakan ternak atau media tanam organik.
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat
Sektor pisang di Desa Kalijaya memberikan dampak domino yang positif. Tidak hanya bagi pemilik lahan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi tenaga pemetik, buruh angkut, hingga pengepul. Jika dikelola dengan manajemen koperasi yang baik, harga pisang di tingkat petani dapat lebih stabil dan terlindungi dari permainan harga tengkulak.
"Tanah Kalijaya itu sangat cocok untuk pisang. Kalau kita serius mengelola dari bibit sampai pengemasan, pisang kita tidak akan kalah dengan pisang supermarket," ujar salah satu penggerak tani di Kalijaya.
Kesimpulan
Pisang adalah aset hijau Desa Kalijaya yang sangat menjanjikan. Dengan dukungan berupa pelatihan pengolahan makanan bagi ibu-ibu PKK dan akses pemasaran digital, pisang Kalijaya bisa bertransformasi dari sekadar hasil kebun menjadi produk unggulan yang mampu mengangkat nama desa di kancah nasional.